Wujudkan Supervisi Digital yang Reflektif dan Berkualitas, 17 Guru MI Ma’arif Ngrupit Ikuti Sosialisasi MAGIS Bersama Pengawas Pembina

Ngrupit, 18 September 2026 – Komitmen MI Ma’arif Ngrupit dalam meningkatkan mutu pendidikan terus diwujudkan melalui berbagai inovasi dan penguatan kapasitas tenaga pendidik. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Madrasah Digital Supervision (MAGIS) yang diikuti oleh 17 tenaga pendidik MI Ma’arif Ngrupit pada Jumat (18/9/2026) bertempat di Laboratorium TIK MI Ma’arif Ngrupit.

Kegiatan ini menghadirkan secara langsung Pengawas Pembina MI Ma’arif Ngrupit, Ibu Sri Wahyuningsih, M.Pd.I, yang memberikan pendampingan dan sosialisasi terkait implementasi aplikasi MAGIS sebagai instrumen supervisi digital di lingkungan madrasah.

Acara diawali dengan sambutan Kepala MI Ma’arif Ngrupit, Ibu Elis Sri Winaroh, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Wahyuningsih, M.Pd.I yang senantiasa memberikan pembinaan dan pendampingan kepada MI Ma’arif Ngrupit. Semoga sosialisasi MAGIS ini dapat menambah wawasan serta memudahkan guru dan kepala madrasah dalam melakukan refleksi, perencanaan, dan dokumentasi program kerja secara lebih efektif. Mari kita ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sebagai ikhtiar bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah,” ungkap beliau.

Dalam pemaparannya, Ibu Sri Wahyuningsih menjelaskan bahwa Madrasah Digital Supervision (MAGIS) merupakan sebuah platform yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan supervisi secara digital, sistematis, dan berkelanjutan. Melalui aplikasi ini, guru maupun kepala madrasah dapat melakukan refleksi terhadap berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus menyusun rencana tindak lanjut untuk perbaikan yang berkesinambungan.

Tidak hanya menjelaskan konsep dan tujuan aplikasi, Ibu Sri Wahyuningsih juga mendampingi peserta untuk mengisi berbagai menu yang tersedia dalam aplikasi MAGIS.

Pada akun guru, terdapat beberapa menu utama yang harus diisi, yaitu:

  • Refleksi Kondisi dan Rencana Kerja;
  • Pelaksanaan Kegiatan; dan
  • Mindset Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Sementara pada akun kepala madrasah, menu yang tersedia meliputi:

  • Refleksi Perubahan;
  • Refleksi Kondisi dan Rencana Kegiatan;
  • Pelaksanaan Kegiatan;
  • Hasil Refleksi; dan
  • Mindset Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Dengan suasana yang interaktif dan penuh semangat, seluruh peserta mengikuti arahan yang diberikan. Para guru secara langsung mempraktikkan pengisian aplikasi menggunakan perangkat komputer yang tersedia di Laboratorium TIK sehingga pemahaman terhadap fitur-fitur MAGIS dapat diperoleh secara maksimal.

Dalam sesi penutup, Ibu Sri Wahyuningsih menyampaikan pesan penting kepada seluruh tenaga pendidik agar menjadikan MAGIS sebagai sarana untuk terus belajar, berbenah, dan meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.

“MAGIS bukan sekadar aplikasi administrasi, tetapi menjadi media refleksi dan pengembangan diri. Melalui pengisian yang jujur dan berkelanjutan, guru dapat melihat perkembangan dirinya, mengenali tantangan yang dihadapi, serta menyusun langkah perbaikan yang tepat. Saya berharap seluruh tenaga pendidik MI Ma’arif Ngrupit dapat memanfaatkan aplikasi ini secara optimal demi terwujudnya madrasah yang semakin maju, berkualitas, dan berdaya saing,” pesan beliau.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya refleksi, supervisi, dan peningkatan mutu pendidikan di MI Ma’arif Ngrupit. Sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pemanfaatan aplikasi MAGIS diharapkan mampu mendorong lahirnya pendidik yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta senantiasa berorientasi pada pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.

Dengan semangat belajar dan berinovasi, MI Ma’arif Ngrupit terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul, humanis, dan relevan dengan tuntutan zaman, menuju terwujudnya madrasah yang semakin maju dan berkualitas.

Berita Terkait