Ngrupit, 14 November 2025 – Keceriaan dan antusiasme tampak memenuhi Laboratorium TIK MI Ma’arif Ngrupit pada Jumat, 14 November 2025. Pada hari itu, siswa-siswi kelas 3 mengikuti Tantangan Bebras Indonesia 2025, sebuah ajang internasional yang memberikan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan Computational Thinking secara sukarela, mandiri, jujur, dan menyenangkan bersama teman-teman dari seluruh dunia.
Sebagai kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan pola pikir komputasional sejak usia dini, Tantangan Bebras Indonesia menghadirkan soal-soal yang memancing logika, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah dalam bentuk yang ringan, menghibur, dan sesuai dengan perkembangan anak. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi siswa kelas 3, terutama karena mereka dapat merasakan tantangan global yang dikerjakan oleh anak-anak seusia mereka di berbagai negara.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara online di Laboratorium TIK dan dibagi menjadi tiga sesi, menyesuaikan jumlah perangkat serta agar siswa dapat mengerjakan tantangan dengan nyaman. Setiap siswa masuk berdasarkan pembagian sesi dan mengerjakan soal secara individual, satu per satu, tanpa bantuan apa pun, sejalan dengan nilai penting yang dijunjung Bebras: kejujuran, kemandirian, dan kegembiraan dalam belajar.

Wali Kelas 3 B, Ibu Noha Lazulva Aminin, M.Pd. memastikan setiap sesi berjalan tertib dan lancar. Mereka hanya bertugas melakukan pengawasan teknis tanpa memberikan arahan dalam pengerjaan soal. Meski baru pertama kali mengikuti, para siswa menunjukkan rasa penasaran dan semangat yang tinggi. Banyak siswa terlihat tersenyum saat berusaha memecahkan persoalan yang unik dan berbentuk permainan logika sederhana.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih pola pikir anak-anak sejak dini. Mereka belajar menyelesaikan tantangan dengan cara menyenangkan, tanpa tekanan, tetapi tetap mandiri,” ujar salah satu guru pendamping. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini membantu siswa terbiasa menghadapi masalah dengan cara yang terstruktur dan kreatif.
Selama kegiatan berlangsung, suasana di laboratorium terasa hidup. Ada yang tampak serius, ada pula yang sesekali mengernyitkan dahi saat menemukan soal yang menantang. Namun suasana tetap penuh keceriaan karena setiap siswa menikmati prosesnya. Bagi mereka, menyelesaikan tantangan online ini seperti bermain sambil belajar.
PJ Sementara Kepala MI Ma’arif Ngrupit, Ibu Sri Wahyuni SP. menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru, dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. “Kami bangga anak-anak kelas 3 dapat mengikuti Tantangan Bebras Indonesia dengan antusias. Semoga pengalaman ini memotivasi mereka untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif di masa depan,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya Tantangan Bebras Indonesia 2025 bagi kelas 3, MI Ma’arif Ngrupit berharap dapat terus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap teknologi, logika, dan pemecahan masalah sejak usia dini. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang siap menghadapi perkembangan dunia digital dengan percaya diri dan sikap positif.