Pendidikan di madrasah ini adalah masuk sore selama 3 (tiga) tahun, sampai tahun 1960, yang tempat pendidikannya di Komplek Pondok / Masjid Gambiran dengan menggunakan tempat belajar yang sangat sederhana yakni dingklik dipergunakan sebagai meja tulis dan galar (tikar bambu) sebagai tempat duduk. Setelah tahun 1960 ada suatu instruksi yang maksudnya setiap kegiatan pendidikan yang merupakan suatu sekolah supaya mendaftarkan dan menggabungkan diri pada suatu lembaga pendidikan dari suatu organisasi. Oleh karena itu madrasah ini masuk pada lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Partai Nahdlotul Ulama dan berganti nama Madrasah Nurul Islam yang kemudian mendapatkan pengesahan serta piagam dari Jakarta.

Pada Tahun 1961 sampai 1962 Madrasah dipindahkan ke rumah Ibu Satari dan Bapak Muh. Syarwani (depan komplek madrasah sekarang) yang pada saat itu sudah mulai dirintis pembuatan meja dan tempat duduk meskipun sebagian masih meminjam meja dan tempat duduk milik masyarakat sekitar.

Berhubung pada saat itu Bapak Muh. Syarwani mempunyai hajat, terpaksa madrasah dipindahkan ke rumah Bapak Asrofun sampai Tahun 1964 dan dikembalikan ke rumah Bapak Syarwani sampai Tahun 1965. Sebenarnya sejak tahun 1962 sudah mulai dibangun gedung sebanyak 3 (tiga) lokal, namun karena keterbatasan biaya hanya selesai dindingnya saja. Akhirnya pada awal Nopember 1965, Alhamdulillah hasil dari swadaya masyarakat di Dukuh Gambiran ini gedung madrasah dapat didirikan sebanyak 3 lokal. Setelah tahun 1972 pengurus dan masyarakat mempunyai hasrat untuk merehab gedung dengan biaya sendiri serta swadaya dari masyarakat. Modal madrasah hanya sekitar Rp. 90.000,00. Namun berkat kerja keras pengurus dengan semua elemen dan masyarakat dapat menyelesaikan rehab tersebut